Presiden Jokowi Ajak Dunia Usaha Berkolaborasi untuk Wujudkan ASEAN Sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi

ASEAN telah membuktikan bahwa berkat kolaborasi, kerja sama dan sinergi antara Pemerintah dan dunia usaha terbukti mampu menghadapi pandemi Covid-19 yang melanda kawasan dan global selama dua tahun terakhir. Namun demikian, tantangan ke depan masih sangat berat, seperti risiko geopolitik dan kondisi beberapa lembaga keuangan di Amerika Serikat dan Eropa yang masih penuh dinamika.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), yang didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam sesi ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) mengajak setiap negara anggota ASEAN untuk memperkuat kolaborasi untuk menjaga ASEAN sebagai Epicentrum of Growth.

“Mari kita bergandengan erat menyusun agenda bersama, untuk memastikan kawasan ini terus menjadi Epicentrum of Growth,” ungkap Presiden Jokowi dalam pertemuan yang merupakan rangkaian acara KTT ASEAN ke-42, di Labuan Bajo NTT, Rabu (10/5).

Hal tersebut didukung potensi ekonomi kawasan ASEAN yang sangat besar, disertai perekonomian yang tumbuh di atas rata-rata dunia, dan sedang masuk dalam masa bonus demografi, dengan jumlah masyarakat kelas menengah yang akan terus meningkat hingga 65% pada 2030.

Tema yang diusung ASEAN-BAC pada tahun ini adalah “ASEAN Centrality: Innovating Towards Greater Inclusivity” dan fokus pada lima area yaitu transformasi digital, pembangunan berkelanjutan, resiliensi kesehatan, ketahanan pangan, serta fasilitasi perdagangan dan investasi.

Fokus area tersebut sejalan dengan prioritas ekonomi Indonesia di ASEAN, sehingga diharapkan akan dapat mendukung penyelesaian dan menghasilkan hasil nyata dari agenda Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023.

Para Kepala Negara dan Pemerintahan ASEAN menyampaikan dukungan untuk berbagai strategi yang diangkat oleh ASEAN-BAC dan mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, untuk mencapai ASEAN Economic Community Blueprint 2025 dan Visi ASEAN Post-2025. Beberapa sektor yang menjadi perhatian para Pemimpin Negara ASEAN adalah konektivitas, transformasi digital, keberlanjutan, dan inklusifitas untuk UMKM.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa strategi ke depan. Pertama, perlunya mengonsolidasikan respon bersama untuk menyikapi ekonomi global. Kedua, kolaborasi dalam penyusunan Agenda ASEAN tahun 2045. Ketiga, mendorong kerja sama konkret dan inklusif di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melalui dukungan dalam ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF) di September 2023 mendatang.

“Kemitraan dan kolaborasi dunia usaha dan Pemerintah harus semakin diperkuat agar terus memastikan kawasan ini menjadi Epicentrum of Growth,” pungkas Presiden Jokowi.

ASEAN-BAC didirikan oleh Kepala Negara dan Pemerintahan ASEAN pada KTT ASEAN ke-7 tahun 2001. ASEAN-BAC memiliki mandat untuk memberikan masukan dan rekomendasi dalam mendorong integrasi ekonomi kawasan, serta mengidentifikasi area prioritas untuk dipertimbangkan Pemerintah Negara-Negara Anggota ASEAN. (dep7/rep/fsr)