Pertemuan HLTF-EI ke 41: Indonesia Dorong Upaya Pemulihan dan Persiapan Menuju ASEAN Pasca-2025

 

Jakarta, 02 Maret 2022.  ASEAN mengadakan pertemuan The Forty First Meeting of The High-Level Task Force on ASEAN Economic Integration (the 41th HLFT-EI) melalui Video Conference pada Selasa (02/03). Dr. Rizal Affandi Lukman, Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional ditunjuk sebagai Chair memimpin jalannya pertemuan yang dihadiri oleh HLTF-EI Leads dari seluruh negara anggota ASEAN (AMS).

Pada pembukaannya, Dr. Rizal menyampaikan bahwa proses integrasi ASEAN saat ini berada pada titik krusial pasca pandemi COVID-19. Munculnya berbagai varian baru COVID-19 mengakibatkan lemahnya pertumbuhan ekonomi dunia, pembatasan pergerakan manusia, dan inflasi menjadi tantangan yang harus dijawab oleh ASEAN dalam membangun kembali Kawasan dan menentukan arah Visi ASEAN pasca 2025. “Untuk itu diperlukan komitmen kuat negara Anggota ASEAN membahas isu-isu strategis ASEAN ke depan” tegas Rizal.

Sebagai advisory body untuk ASEAN Economic Minister (AEM) dan ASEAN Economic Community (AEC) Council, HLTF-EI diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang strategis seputar pemulihan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, visi ASEAN pasca 2025, dan beberapa isu strategis lainnya.

Pertemuan dimulai dengan membahas Priority Economic Deliverables (PED) keketuaan Kamboja tahun 2022 yang mendapat dukungan penuh dari negara-negara ASEAN untuk memajukan upaya transformasi digital, inovasi ekonomi, dan pemulihan ekonomi kawasan.  Selanjutnya seluruh AMS juga mendukung akselerasi implementasi ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF) terutama mendorong operasionalisasi ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework (ATCAF), implementasi Consolidated Strategy on the Fourth Industrial Revolution for ASEAN yang praktis dan berdampak signifikan serta integrasi ekonomi digital Kawasan ASEAN melalui ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Pada isu pembangunan berkelanjutan, negara-negara ASEAN menyambut baik penyusunan rencana implementasi framework ekonomi sirkular pada Pilar Ekonomi serta penyusunan Concept Note on Carbon Neutrality. “Inisiatif-inisiatif ini adalah tonggak penting menuju penciptaan ekosistem yang kondusif untuk transisi sirkular dan berkontribusi pada transisi menuju ekonomi rendah karbon” terang Rizal.

Tahun 2022 juga menandai fase akan segera berakhirnya implementasi Cetak Biru Masyarakat ASEAN 2025. Sebuah gambaran mengenai masa depan ASEAN pasca 2025 diperlukan untuk mempertahankan keberlanjutan integrasi ekonomi dan relevansi kawasan. Saat ini telah dibentuk High Level Task Force on ASEAN Community Post 2025 untuk melukis wajah ASEAN setelah tahun 2025. Sementara itu HLTF-EI sebagai badan ASEAN Economic Community (AEC) siap berkontribusi pada penyusunan Vision di Pilar Ekonomi ASEAN.

Pertemuan juga menyampaikan dukungan terhadap Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 dalam meningkatkan keterlibatan dan sinergi inisiatif ASEAN dan G20 dalam pemulihan ekonomi, transformasi digital, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.  Agenda prioritas Indonesia yang diusung selama Presidensi G20 melalui tema Recover Stronger, Recover Together sangat sejalan dengan isu-isu di ASEAN.

Demikian juga, kolaborasi ASEAN dan World Economic Forum juga didorong ditingkatkan di masa mendatang.  Sementara, terkait dengan ketertarikan dan potensi kerja sama ekonomi ASEAN dengan Bangladesh akan dilakukan kajian internal terlebih dahulu.