Pertemuan HLTF-EI ke-40: Perlunya Peningkatan Kolaborasi ASEAN dalam Implementasi 4IR pada Industri Farmasi, Vaksin, dan Alat Kesehatan sebagai Bagian Upaya Pemulihan Ekonomi

Jakarta, 18 Agustus 2021.  Staf Khusus Menko Perekonomian Bidang Penguatan Kerja Sama Ekonomi Internasional, Dr. Rizal Affandi Lukman memimpin Delegasi Indonesia pada Pertemuan The Fortieth Meeting of The High-Level Task Force on ASEAN Economic Integration (the 40th HLTF-EI) yang dilaksanakan secara virtual. Pertemuan dipimpin oleh Mr. Gabriel Lim, selaku Permanent Secretary Ministry of Trade and Industry, Singapore dan dihadiri oleh seluruh HLTF-EI Leads dari seluruh negara anggota ASEAN (AMS).

HLTF-EI merupakan advisory body bagi ASEAN Economic Minister (AEM) dan ASEAN Economic Community (AEC) Council, yang membahas isu-isu ekonomi strategis di kawasan seperti pemulihan ekonomi dampak pandemi, perkembangan penyelesaian Priority Economic Deliverable, Tindak Lanjut atas rekomendasi Mid Term Review (MTR) AEC Blueprint 2025, Fourth Industrial Revolution (4IR), ASEAN Post-2025 Vision, dan lainnya.

Pembahasan Pemulihan Ekonomi di Kawasan menjadi sorotan pada pertemuan ini. Masing-masing negara ASEAN melaporkan pekembangan ekonomi selama pandemi. Indonesia mendorong komitmen AMS untuk: (1) mengendalikan pandemi secara konsisten; (2) Menerapkan kebijakan ekonomi yang lebih responsif dan tepat sasaran, dan (3) Mendukung penciptaan lapangan kerja dan transformasi ekonomi.

“Sebagai salah satu upaya Indonesia dalam memulihkan ekonomi di kawasan, kami mengharapkan partisipasi negara anggota ASEAN pada kegiatan ASEAN Creative Economic Business Forum (ACEBF) pada bulan November 2021 mendatang”, ujar Rizal  pada pertemuan ini. ACEBF merupakan inisiatif Indonesia untuk mengarustumakan dan mengembangkan sektor ekonomi kreatif di ASEAN, khususnya di situasi pandemi COVID-19.

Selain mencatat perkembangan penyelesaian Priority Economic Deliverables (PED) Keketuaan Brunei Darussalam tahun 2021, pada pembahasan Mid Term Review (MTR) AEC Blueprint 2025 HLTF-EI mencatat bahwa rekomendasi yang telah disusun perlu dibahas lebih lanjut oleh masing-masing badan sektoral.

Pada isu Fourth Industrial Revolution (4IR), Indonesia mendukung dibentuknya Lead Sectoral Bodies untuk menangani isu 4IR secara holistik di ASEAN. HLTF-EI Leads Indonesia, Rizal menyampaikan “Perlunya kolaborasi ASEAN dalam mengimplementasikan 4IR pada industri farmasi, vaksin, dan alat kesehatan mengingat  hal tersebut menjadi kebutuhan utama dalam upaya pemulihan ekonomi di kawasan”.

Isu strategis lainnya adalah ASEAN’s Community Post-2025 Vision. HLTF-EI Leads mencatat perkembangannya dan mendorong diskusi yang lebih komprehensif dari seluruh pilar untuk visi ASEAN pasca 2025 dengan memperhatikan key issues yang dihadapi ASEAN pasca 2025 seperti digitalization, technology and innovation, climate change and resource scarcity, shift in global economic power, dan demographic shift and urbanization.

Pada pertemuan ini, AMS menyampaikan dukungan terhadap Chairmanship Indonesia di HLTF-EI tahun 2022-2023. Harapan AMS pada Chairmanship Indonesia mendatang dapat melanjutkan upaya untuk pemulihan ekonomi dan melaksanakan penguatan komitmen pada dunia dalam  mencapai visi ASEAN 2025 dan seterusnya.