Peluncuran Mid Term Review AEC Blueprint 2025 sebagai Laporan Capaian Integrasi Ekonomi ASEAN 5 Tahun

Jakarta, 28 April 2021, telah berlangsung virtual launch of the Mid Term Review Report of the ASEAN Economic Blueprint 2025. Kegiatan dibuka oleh Secretary General of ASEAN– Datok Lim Jock Hoi dan sambutan oleh Duta Besar Uni-Eropa untuk ASEAN- Duta Besar Igor Driesmans. Kegiatan ini merupakan peluncuran report yang berisi review terhadap upaya, tantangan, dan capaian integrasi ekonomi ASEAN dalam waktu 5 tahun.

Kegiatan menghadirkan 3 (tiga) pembicara utama yaitu Mr.Satvinder Singh sebagai  Deputy Secretary General of ASEAN for ASEAN Economic Community;  Dr.May Faezah Ariffin selaku Permanent Secretary Kementerian Keuangan dan Ekonomi Brunei Darussalam sekaligus HLTF-EI Lead, Mrs Yanty Rahman, Chairperson of ASEAN Business Advisory Council dan dihadiri oleh para HLTF-EI Leads sebagai panelist serta masyarakat umum. Indonesia diwakili oleh Dr. Ir. Rizal Affandi Lukman, MA, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional, selaku HLTF-EI Leads Indonesia.

Pada pembukannya, Sectretary General of ASEAN menyampaikan 3 hal pokok. Pertama, bahwa melalui Mid Term Review kita dapat melihat bahwa ASEAN telah melakukan progress yang baik dalam hal integrasi kawasan, namun demikian masih perlu memperhatikan kualitas dan dampaknya bagi masyarakat. Kedua, ASEAN ke depan harus memperhatikan konteks isu yang terus berkembang secara dinamis di tengah ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi. Ketiga, ASEAN perlu memperkuat monitoring dan impelementasi cetak biru dengan mengidentifikasi gaps berdasarkan pengalaman para stakeholders.

Mid-term review AEC BP 2025 merupakan momentum untuk meng-assess performa AEC selama 5 tahun sekaligus mengidentifikasi upaya untuk meningkatkan implementasi menuju 2025 dan rekalibrasi strategi yang diperlukan. MTR mencakup 23 Sectoral Work Plan, 1700 action lines, 370 Key Performance indicators, studi eksternal, survey terhadap bisnis yang beroperasi di ASEAN, feedback dari ASEAN Business Advisory Councils (ABAC) dan Institusi Riset.

Penyusunan MTR juga melibatkan pelaku bisnis sebagai penerima manfaat terbesar AEC. Survey yang dilakukan terhadap bisnis asing dan indigenous yang beroperasi di ASEAN menunjukkan 3 alasan utama operasional bisnis di ASEAN yaitu 1) Ukuran dan pertumbuhan pasar, 2) Akses pasar preferensial di dalam ASEAN dan, 3) Akses tenaga kerja yang terjangkau. Sementara itu area yang perlu ditingkatkan adalah perlindungan HAKI, inovasi dan R&D, dan Good Regulatory Practice.

Mr. Satvinder Singh selaku Deputy Secretary General of ASEAN for ASEAN Economic Community pada presentasinya menyampaikan bahwa proses Mid Term Review terhadap AEC Blueprint 2025 yang memiliki pesan penting bagi integrasi ekonomi ASEAN antara lain, ASEAN telah berhasil mengimplementasikan sebagian dari prioritas yang ada; memiliki respon yang lebih baik terhadap isu-isu yang bersifat cross-cutting; Engagement yang lebih luas.

Pembicara selanjutnya Dr. May Faezah Ariffin-Permanent Secretary pada Kementerian Keuangan dan Ekonomi Brunei Darussalam selaku perwakilan High Level Task Force on Economic Integration (HLTF-EI) menekankan bahwa pandemi COVID-19 telah berdampak pada capaian ASEAN dan menjadi tantangan pada saat penyusunan. Ke depan ASEAN perlu memperkuat proses monitoring dan mengindentifikasi gaps demi ASEAN yang tangguh dan mampu menjawab ketidakpastian global.

Pada sesi pembicara terakhir Mrs. Siti Rozameriyanty selaku Chairperson ASEAN Business Advisory Council menyampaikan bahwa Mid Term Review menjadi catatan penting bagi ASEAN dan para pelaku usaha. ASEAN-BAC menekankan NTM dan mekanisme monitoring yang solid dengan melibatkan para pelaku usaha. ASEAN-BAC berharap ke depan melalui hasil Mid Term Review ASEAN menjadi semakin kuat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan terutama mewujudkan iklim bisnis yang baik bagi unit usaha mikro, kecil dan menengah.

Keberhasilan proses Mid-Term Review of the ASEAN Economic Blueprint 2025 ini juga diharapkan dapat mengidentifikasi upaya perbaikan pada periode 5 tahun ke depan dan juga memastikan relevansi AEC Blueprint di tengah kondisi global yang dinamis.